12 Kategori Alat Berat Konstruksi Berdasarkan Sifat Pekerjaannya

Pembangunan infrastruktur berperan penting dalam membangun ekonomi suatu negara. Infrastruktur yang terbangun dengan baik akan memegang peranan vital dalam meningkatkan konektivitas dan memperbaiki efisiensi logistik, sehingga pada akhirnya meningkatkan produktivitas nasional secara keseluruhan.

Untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur, diperlukan alat-alat berat yang mumpuni sesuai dengan fungsinya. Pertimbangan pemilihan alat berat ini nantinya disesuaikan dengan target proyek, kondisi medan, metode kerja, dan spesifikasi teknik alat. Namun, sebelum memilih alat berat, perlu diketahui lebih dulu beragam kategori alat berat konstruksi yang ada.

Disarikan dari buku Katalog Alat Berat Konstruksi 2013 yang diterbitkan oleh Pusat Pembinaan Sumber Daya Investasi, Badan Pembinaan Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum, berikut ini 12 kategori alat berat konstruksi berdasarkan sifatnya.

1. Earth Works

Earth works merupakan salah satu tahapan penting dalam proyek konstruksi. Secara definisi, earth works bisa diartikan sebagai serangkaian pekerjaan yang berhubungan dengan lahan yang akan digunakan dalam proyek. Pekerjaannya bisa berupa penimbunan, pemadatan, dan pembentukan lahan, juga termasuk pembersihan area dan perataan permukaan tanah.

Alat berat konstruksi yang biasa digunakan untuk pekerjaan kategori earth works antara lain excavator, bulldozer, motor grader, track loader, pad foot rollers, soil stabilizer, wheel dozer, wheel loader, backhoe loader, wheel excavator, skid steer loader, tractor, surface drill, dan landfill compactors.

2. Materials Production

Materials production adalah kegiatan memproduksi dan mengolah material dasar yang akan digunakan dalam konstruksi. Salah satu contohnya adalah pengolahan agregat (pasir dan kerikil) untuk campuran beton.

Alat berat yang digunakan untuk pekerjaan kategori materials production adalah crushing and screening plants (portable atau stationary), asphalt mixing plants, concrete mixer, dan batching and mixing plants.

3. Paving Equipment

Paving equipment adalah mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan jalan, seperti meratakan, memadatkan, dan memasang material seperti aspal, beton, atau paving block.

Alat berat yang masuk dalam kategori paving equipment adalah asphalt finisher (tracked dan wheeled), concrete paver, bridge finisher, compactors, pneumatic tire roller, double drum compactor, dan road milling machine.

4. Lifting Equipment

Lifting equipment adalah peralatan yang dirancang untuk mengangkat, menurunkan, atau memindahkan beban berat secara vertikal dan horizontal. Penggunaan lifting equipment membantu proses konstruksi yang aman dan efisien.

Kategori alat berat konstruksi yang sifatnya mengangkat dan mengangkut barang ini terdiri dari truck crane, truck mounted crane, tower crane, telescopic handler, all terrain crane, latice boom crawler crane, dan lainnya.

5. Concrete Work

Concrete work adalah pekerjaan konstruksi yang prosesnya meliputi persiapan, pencampuran, pengecoran, dan perawatan beton untuk membentuk struktur tertentu seperti kolom, balok, dan plat lantai. Alat berat yang masuk dalam kategori concrete work antara lain concrete pump, concrete vibrator, dan power trowel.

6. Kategori alat berat konstruksi berikutnya adalah Light Equipment

Light equipment adalah peralatan konstruksi yang memiliki ukuran lebih kecil, ringan, dan portabel.  Peralatan konstruksi ini seringkali digunakan untuk jenis pekerjaan di ruang terbatas atau untuk tugas-tugas khusus yang tidak memerlukan alat berat. Alat yang termasuk kategori light equipment adalah light tower, generator set, portable air compressor, dan lainnya.

7. Transportation

Jenis kategori alat berat konstruksi lainnya adalah transportation, yaitu peralatan yang tugasnya untuk mengangkut material, mengangkut alat berat, atau mengangkut limbah konstruksi dari satu tempat ke tempat lain. Contoh alat yang masuk kategori transportation adalah dump truck, truck mixer, dan lainnya.

8. Special Equipment

Special equipment adalah mesin-mesin khusus di luar peralatan standar yang digunakan untuk tugas tertentu yang spesifik. Contohnya adalah jumbo drill, yaitu alat pengganti dari beberapa leg drill yang biasa digunakan pada pekerjaan terowongan yang masih menggunakan metode konvensional.

9. Erection Equipment

Erection equipment adalah peralatan yang biasa dipakai untuk proses perakitan atau pemasangan komponen struktural, misalnya memasang girder pada posisinya. Alat yang termasuk kategori erection equipment contohnya adalah launcher beam.

10. Foundation Equipment

Foundation equipment adalah alat khusus yang digunakan untuk pekerjaan pondasi. Contoh pekerjaannya seperti membuat tiang pancang untuk menopang beban bangunan dan menjaga stabilitasnya. Alat yang termasuk kategori foundation equipment adalah rig bore pile, diesel hammer, vibro hammer, dan grout pump.

11. Pre-Stress Equipment

Pre-stress equipment atau peralatan pre-stress adalah alat-alat yang digunakan untuk menarik baja wire strand pada proses “pre-cast pre-tensioned” atau pada proses “pre-cast post-tensioned”. Alat yang termasuk dalam ketegori ini terdiri dari jack dan pompa yang dilengkapi dengan pressure gauge (alat pengukur tekanan).

12. Surveying dan Testing Equipment

Surveying dan testing equipment adalah alat-alat yang berfungsi untuk mengukur, memetakan, dan mengumpulkan data geospasial. Alat ini juga digunakan untuk melakukan pengujian material atau struktur di lapangan untuk memastikan kualitas dan akurasi pekerjaan. Contoh alat yang termasuk kategori ini adalah beragam seri Auto levels.

Itulah 12 kategori alat berat konstruksi berdasarkan sifat pekerjaannya. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan dalam pengoperasiannya, setiap alat berat harus dilakukan riksa uji oleh PJK3.

PJK3 adalah Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang memiliki sertifikat dari Kementerian Tenaga Kerja RI. Salah satu PJK3 terpercaya adalah PT Karya Deras Jaya (PT KDJ) yang berpengalaman melakukan riksa uji alat berat.